Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam pagi ini dalam sebuah pesan televisi menyebut 22 Bahman (11/2) sebagai hari penampakan kekuatan dan martabat bangsa Iran. Ia menegaskan bahwa kehadiran rakyat dalam pawai dan pernyataan kesetiaan kepada Republik Islam akan membuat musuh mundur dari ambisi dan keserakahannya terhadap Iran serta kepentingan nasional. Beliau berkata: “Pada 22 Bahman (11/2), dengan menampilkan tekad dan keteguhan kalian, buatlah musuh putus asa.”
Imam Khamenei menggambarkan bangsa Iran sebagai bangsa yang bermotivasi tinggi, bertekad kuat, teguh pendirian, tahu berterima kasih, serta sadar akan kemaslahatan dan kemudaratan dirinya. Ia menambahkan bahwa pada 22 Bahman 1979 (11/2) bangsa Iran mencatat kemenangan besar dengan menyelamatkan negara dari campur tangan asing, dan sepanjang tahun-tahun berikutnya tetap berdiri menghadapi upaya terus-menerus untuk mengembalikan keadaan lama—di mana 22 Bahman menjadi simbol keteguhan tersebut.
Ayatullah Khamenei menilai berulangnya kehadiran rakyat yang megah dan besar dalam pawai 22 Bahman—meski telah berlalu puluhan tahun sejak kemenangan Revolusi—sebagai fenomena yang tiada bandingannya dibandingkan hari kemerdekaan atau hari nasional di negara-negara lain. Kehadiran dan turun ke jalan ini, tegasnya, memaksa pihak-pihak yang bernafsu terhadap Iran, Republik Islam, dan kepentingan bangsa untuk mundur.
Pemimpin Revolusi menekankan bahwa kekuatan nasional lebih bergantung pada tekad dan keteguhan bangsa-bangsa daripada pada rudal dan pesawat. Ia menyeru rakyat: “Seperti berbagai peristiwa di masa lalu, sekali lagi dengan menampilkan kekuatan nasional—yakni persatuan, kekuatan berpikir dan kemauan, serta motivasi dan keteguhan menghadapi godaan—buatlah musuh putus asa; sebab selama musuh belum putus asa, ia tidak akan berhenti mengganggu dan menyakiti.”
Ia juga menyatakan harapannya atas keberlanjutan kemajuan material dan spiritual yang membanggakan dari para pemuda di berbagai sektor negara, seraya menegaskan bahwa 22 Bahman adalah manifestasi dari seluruh kemajuan tersebut. Dengan tampil di jalan-jalan, meneriakkan slogan, dan menyampaikan kebenaran, bangsa Iran menyatakan solidaritas dan kesetiaannya kepada Republik Islam.
Imam Khamenei menutup dengan harapan bahwa 22 Bahman tahun ini, sebagaimana semua 22 Bahman sebelumnya, akan semakin melipatgandakan keagungan bangsa Iran serta membuat bangsa-bangsa, pemerintah, dan kekuatan lain tunduk dan menghormati bangsa Iran. [AA]
