Situs Media Informasi Kantor Imam Ali Khamenei

Rahbar: Ancaman dan Rayuan, Dua Modus Setan yang Ada Pada Amerika Serikat

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatollah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei, Senin (7/7) dalam pertemuan dengan para pejabat negara menjelaskan berbagai hal penting berkenaan dengan kondisi dalam dan luar negeri. Dalam pembicaraannya, selain menerangkan tujuan dari sepak terjang kubu arogansi khususnya Amerika Serikat (AS), beliau juga menyampaikan analisa terkait perkembangan di tingkat regional dan global.

Beliau mengatakan, "Republik Islam Iran berjalan di atas landasan perhitungan yang logis yaitu ‘keimanan kepada Allah dan keyakinan akan aturan penciptaan' serta ‘mengenal musuh dan tidak mempercayainya'. Republik Islam Iran percaya akan kekuatan rakyat dan akan memanfaatkan pengalaman yang dimilikinya untuk mencapai cita-cita yang luhur."

Ayatollah al-Udzma Khamenei menyebut bulan Ramadhan sebagai ajang pertarungan antara ‘setan dan perilaku setani' melawan ‘taqwa, penghambaan dan perilaku Rahmani'.

"Dalam pertarungan ini, masing-masing punya target dan strategi. Setan ingin merusak perhitungan manusia dan menyeretnya kepada kesalahan perhitungan, sementara taqwa memainkan peran sebagai mengantar manusia kepada ilmu dan kemampuan membedakan yang haq dari yang batil," kata beliau.

Setan, tambah beliau, menggunakan dua modus utama untuk menyeret manusia ke arah kesalahan dalam perhitungan, yaitu dengan ancaman di satu sisi dan iming-iming di sisi lain.

Pemimpin Besar Revolusi Islam lebih lanjut menyebut perilaku AS dan kekuatan hegemoni dunia mirip dengan perilaku setan. Sebab, mereka gemar menebar ancaman dan janji manis yang tak pernah ditepati untuk dapat menguasai negara-negara lain.

Seraya menyatakan bahwa kesalahan perhitungan adalah bahaya yang sangat besar, beliau mengingatkan semua kalangan untuk tidak sampai terjebak dalam kesalahan dalam membuat perhitungan. Sebab, kesalahan ini bisa membuat kemauan dan kemampuan terbuang percuma dalam sebuah perhitungan yang salah.

Beliau menandaskan bahwa kebahagiaan hakiki bukan terbatas pada hal-hal yang bersifat materi, sebab aturan sunnah ilahi dan unsur-unsur non-materi adalah faktor-faktor dominan yang tidak bisa dianggap remeh. Di antara contohnya adalah janji pertolongan ilahi kepada siapa saja yang berjuang di jalan Allah. "Ini sudah sering kali terjadi dalam sejarah, dan contoh yang paling dekat adalah kemenangan revolusi Islam," tegas beliau.

Rahbar mengingatkan para pejabat negara untuk selalu teliti dan cermat dalam membuat perhitungan dan tidak membiarkan musuh mempengaruhi dengan ancaman dan iming-iming.

Beliau menegaskan bahwa Republik Islam Iran selalu berada di barisan terdepan dalam melawan arogansi dan inilah kelanjutan dari apa yang dilakukan oleh para Nabi utusan Allah dalam melawan para thaghut di zaman mereka.

Seraya menyebutkan bahwa ancaman serangan militer dan sanksi adalah dua alat musuh yang tidak efisien dalam menghadapi Republik Islam Iran, Ayatollah al-Udzma Khamenei mengatakan, "Sanksi harus bisa digagalkan dengan jihad dalam menjalankan konsep ekonomi resistensi, sementara ancaman militer tak lebih dari gertakan lisan dan tak mungkin dilakukan karena akan menelan biaya yang sangat besar."

Menyinggung pernyataan petinggi AS bahwa sanksi terhadap Iran tidak akan dihapus walaupun sudah tercapai kesepakatan nuklir, Pemimpin Besar Revolusi Islam menegaskan, "Sebagaimana yang sudah berulang kali saya katakan bahwa masalah nuklir hanyalah alasan yang dibuat-buat. Jika tidak ada isu ini, mereka akan mengangkat isu-isu lain seperti hak asasi manusia, hak kaum perempuan dan masalah-masalah lain."

Beliau menambahkan, "Bagi AS, ketenangan dan kedamaian bangsa-bangsa lain tidak berharga sama sekali. Jika agresi militer dirasa sebagai aksi yang ekonomis AS tak segan melakukannya."

Menyinggung pernyataan sebagian kalangan yang menyebut AS mencegah Rezim Zionis Israel untuk menyerang Iran, Rahbar menegaskan, "Jika apa yang dikatakan itu benar, penyebabnya adalah karena invasi militer ke Iran tidak ekonomis, dan kita pun menegaskan bahwa menyerang Republik Islam Iran tidak akan berakhir ekonomis bagi siapapun juga."

Untuk itu, beliau mengingatkan bahwa sanksi dan ancaman tidak efisien dengan syarat kita memiliki iman yang teguh dan terus berjuang di tengah medan.

Lebih lanjut mengomentari pernyataan seorang ahli dari AS yang menyebutkan bahwa Iran dan AS bisa berdamai sedangkan Republik Islam Iran tak akan pernah bisa berdamai dengan AS, beliau mengatakan, "Benar sekali. Sebab AS tidak punya masalah dengan Iran yang dependen seperti di zaman rezim Pahlevi, tapi tidak akan pernah bisa menyembunyikan permusuhannya dengan Republik Islam Iran yang selalu menyeru kepada ‘independensi, keimanan, resistensi menghadapi kezaliman dan mengajak kepada persatuan Islam'."

Ayatollah al-Udzma Khamenei mempersoalkan pernyataan para petinggi AS yang mengaku mengkhawatirkan penyimpangan program nuklir Iran ke arah militer. Seraya menyebutnya sebagai kekhawatiran yang tidak logis dan tak bisa dibenarkan, beliau menegaskan, "Untuk menjamin pencegahan program nuklir ke arah militer ada aturannya yang jelas dan ada pihak-pihak yang bertugas menanganinya. Republik Islam Iran tidak keberatan dengan aturan ini. Tapi di saat yang sama, AS tak berhak mengaku mengkhawatirkan penyimpangan nuklir untuk membuat senjata, sebab justeru AS sendirilah yang pernah menggunakan senjata ini dan sekarang negara itu memiliki ribuan bom nuklir."

Mengenai perkembangan di kawasan khususnya Irak, Pemimpin Besar Revolusi Islam menandaskan, "Berkat taufik Ilahi, rakyat Irak yang mukmin akan berhasil memadamkan api fitnah ini. Bangsa-bangsa di kawasan sudah semakin matang."

Di bagian lain pembicaraannya, Rahbar menerangkan kemuliaan yang ada di bulan Ramadhan sebagai bulan taubat dan kembalinya seorang hamba kepada Allah.

"Di antara ajaran mulia dan sarat makrifat adalah doa-doa yang dibaca di bulan Ramadhan yang mengajarkan bahwa amal harus diiringi makrifat dan tujuan, keharusan untuk meninggalkan sikap malas, sikap acuh, kedengkian, kejumudan dan kelalaian."
700 /