Situs Media Informasi Kantor Imam Ali Khamenei

Pemimpin Tertinggi Revolusi Iran dalam Pertemuan dengan Para Dubes dan Peserta MTQ Iran

Dukungan Penuh dan Tegas RII kepada Palestina Penyebab Munculnya Iranphobia

Imam Ali Khamenei pagi hari ini (Sabtu, 18/2) pada peringatan Hari Raya Mab’ats (Pengangkatan Rasulullah saw) dalam pertemuan dengan para pejabat, wakil dan duta besar negara-negara Islam, para tamu dan peserta musabaqah tilawatil Alquran Internasional menyebut bahwa pemanfaatan khazanah agung yang tidak habis-habisnya dari Bi’tsat Rasulullah saw bisa menjadi solusi bagi segala permasalahan dan jalan bagi ummat Islam untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat, beliau menambahkan: “Jika negara-negara Islam mengikuti dan melaksanakan ajaran Rasulullah, maka rezim zionis tidak mungkin mampu melakukan kejahatan dan penindasan seperti ini terhadap rakyat Palestina di depan mata bangsa dan umat Islam. Dimana tentunya bangsa Iran dan sistem pemerintahan Islam akan terus memenuhi tugas dan kewajiban mereka dalam hal ini.”

Sembari mengucapkan selamat kepada bangsa Iran, dan juga kepada umat Islam dunia dan seluruh pencari kebenaran atas hari yang sangat agung dan penuh berkah ini, Pemimpin Revolusi Islam menyampaikan bahwa hari ini merupakan hadiah dan berkah yang terbesar dan paling berharga bagi umat manusia dari Allah Swt, dan dalam menjelaskan khazanah Bi’tsat Nabi Suci saw, beliau berkata, “Tauhid dan kebebasan dari perbudakan selain Allah merupakan harta karun terbesar dari Bi’tsat, karena setiap perang, kejahatan, dan keburukan yang terjadi dalam sepanjang sejarah berawal dari penghambaan kepada selain Allah.”

Dalam kesempatan ini beliau juga menjelaskan bahwa “tazkiyah” atau pensucian diri sebagai jalan penyelesaian untuk membebaskan manusia dan masyarakat manusia dari segala bentuk keburukan, "pengajaran" yang bermakna menempatkan kehidupan individu dan sosial di bawah bimbingan dan perintah Ilahi, dan "hikmah" yang artinya mengatur kehidupan manusia dengan akal, kecerdasan dan kebijaksanaan, merupakan bentuk-bentuk lain dari apa yang terkandung dalam pengangkatan Rasulullah.

Selanjutnya dengan mengutip ayat-ayat Alquran untuk menggambarkan khazanah Bi’tsat Nabi, Imam Ali Khamenei mengatakan bahwa "istikamah dan ketekunan" merupakan kunci untuk mencapai segala tujuan, kemudian menambahkan, penegakan keadilan juga merupakan salah satu karunia menakjubkan lainnya dari Allah swt yang diberikan kepada umat manusia dalam keberkahan Bi’tsat Rasulullah.

Saat menjelaskan tentang ayat mulia ((اشداءُ علی الکفّارِ رحماءُ بینَهم)) beliau mengatakan, ((اشداءُ)) memiliki makna tegas dan tidak bisa dipengaruhi saat berhadapan dengan musuh, yang sayangnya masalah ini tidak mendapatkan perhatian, tentu saja, komunikasi yang baik, kewenangan yang tertib dan bertindak rasional dalam menghadapi masyarakat merupakan tindakan yang benar, akan tetapi terkait dengan masalah pengaruh, manusia dan masyarakat biasanya dikendalikan dan diarahkan oleh pihak asing.”

Beliau menganggap bahwa kasih sayang, kemurnian dan ketulusan di antara anggota masyarakat sebagai hadiah berharga lainnya dari Bi’tsat Rasulullah saw dan beliau juga menambahkan, “Menghindari dan menarik diri dari kaum istikbar (arogan) dunia dan bebas dari kegelapan dan belenggu kebodohan, fanatisme dan stagnasi, juga termasuk peninggalan dari ribuan khazanah berharga Islam dan Bi’tsat.”

Imam Ali Khamenei mengatakan bahwa ketidaktahuan terhadap khazanah yang tersimpan di dalam Bi’tsat, mengingkari dan hanya membanggakannya secara lisan tanpa amalan, menjadi salah satu dari perilaku masyarakat manusia saat berhadapan dengan nikmat besar ini, beliau menambahkan, “Perpecahan, keterbelakangan dan beragam kelemahan praktis dan teoritis merupakan akibat dari sikap yang tidak benar dalam menanggapi Bi’tsat.”

Pemimpin Revolusi menyebut, terciptanya peradaban terbesar masyarakat manusia pada abad ketiga dan keempat Hijriah merupakan hasil dari implementasi relatif dari ajaran Alquran; kemudian menambahkan, “Bahkan hari ini, jika kapasitas luar biasa yang dimiliki oleh Bi’tsat dan Alquran dipergunakan dengan baik, maka kelemahan-kelemahan dunia Islam akan bisa disingkirkan, dan lahan untuk memperoleh kemakmuran dan kemajuan akan mudah tercapai.”

Imam Ali Khamenei menganggap masalah Palestina sebagai salah satu luka dan kelemahan penting umat Islam dan berkata, “Sebuah bangsa dan negara telah mengalami penindasan tanpa henti di depan mata dunia Islam dan setiap hari harus merasakan perlakuan barbar dan kejahatan rezim Zionis, namun negara-negara Islam dengan seluruh kekayaan, kapasitas dan kemampuan yang dimilikinya hanya menyaksikan saja dan bahkan sebagian dari negara ini, terutama baru-baru ini, malah membersamai dan mengiringi rezim yang haus darah ini.”

Pemimpin Revolusi menganggap melemahnya negara-negara seperti ini sebagai salah satu hasil dari sikap diam dalam menghadapi kejahatan dan kerja sama dengan Zionis; beliau juga mengatakan, “Situasi saat ini telah mencapai titik di mana Amerika, Prancis dan beberapa negara lain, dengan mengklaim menyelesaikan masalah umat Islam, telah mengijinkan mereka untuk campur tangan di dunia Islam, sementara mereka sendiri tidak berdaya dan tidak mampu menyelesaikan dan mengelola masalah yang terjadi di negara mereka sendiri.”

Beliau menekankan, “Seandainya sejak awal pemerintahan Islam mendengarkan perkataan para pemerhati masalah ini termasuk para ulama besar Najaf dan berdiri tegak menghadapi rezim perampas ini, maka sudah pasti situasi di kawasan Asia Barat akan berbeda dari hari ini, dan umat Islam telah lebih bersatu dan lebih kuat dalam banyak hal.”

Sembari mengisyarahkan tentang sikap tegas dan terbuka yang dimiliki oleh Republik Islam dalam mendukung rakyat Palestina yang tertindas, Pemimpin Revolusi mengatakan, “Negara Islam Iran tidak mentoleransi siapa pun, dan selain tetap akan mendukung dan membela bangsa Palestina secara terbuka, kami juga akan terus membantu mereka sebisa mungkin dengan cara apa pun.”

Menyinggung tentang fokus para musuh dalam mengangkat isu Iranphobia, beliau berkata:, "Sayangnya, kedaulatan yang seharusnya membantu bangsa Palestina, mereka malah setuju dan mendukung musuh untuk mempertajam Iranophobia."

Imam Ali Khamenei menyebut, merujuk kembali pada ajaran Bi’tsat, persatuan, mempertahankan empati di antara negara-negara Muslim, dan kerja sama nyata - bukan sekedar hanya sebagai formalitas - antar negara-negara Islam, bisa menjadi jalan penyelesaian bagi seluruh masalah yang dihadapi oleh umat Islam. Dan pada akhir pidatonya beliau menyatakan bela sungkawa dan kesedihannya yang mendalam atas gempa besar yang terjadi baru-baru ini di Turki dan Suriah, yang telah banyak meninggalkan korban, beliau menambahkan, “Pentingnya masalah politik seperti Palestina dan campur tangan Amerika harus diperhatikan oleh Umat ​​Islam dalam situasi apapun.”

Di awal pertemuan ini, Raisi, Presiden Iran menyatakan bahwa filosofi Bi’tsat adalah pembentukan insan dan masyarakat Qurani, ia juga mengatakan, “Setelah Revolusi, sebagaimana yang terjadi pada permulaan Islam, para musuh telah mengatur rencana untuk melakukan perang militer, ekonomi, politik dan propaganda melawan bangsa ini, akan tetapi masyarakat Iran berhasil menggagalkan seluruh bentuk konspirasi mereka dengan istiqamah dan keteguhan yang patut dicontoh.”

Raisi juga menyampaikan penghargaannya atas pesta kemerdekaan baru-baru ini dalam pawai 22 Bahman, Raisi menganggapnya sebagai tanggung jawab ganda bagi semua yang terlibat dalam masalah negara dan menekankan, "Dengan partisipasi rakyat, tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan, dan kami mengatakan kepada Rahbar dan semua yang terkasih di negara ini bahwa situasi inflasi saat ini pasti bisa kita kendalikan.”

Raisi, Presiden Iran juga menyinggung tentang kesalahan berulang yang dilakukan oleh musuh dalam memperhitungkan bangsa ini, termasuk dalam peristiwa musim gugur baru-baru ini, Raisi mengatakan, “Hingga kemarin, Barat masih mengklaim akan tetap berada dalam kesepakatan, akan tetapi ketika mereka terpaksa harus menerima keinginan dan kehendak masyarakat Iran, mereka meninggalkan meja negosiasi dan memulai kerusuhan jalanan, mereka mendukung kerusuhan ini dan mengatakan bahwa kami akan melanjutkan kesepakatan melalui jalanan, namun Republik Islam Iran dengan partisipasi kuat dari masyarakat yang mulia dan terhormat di forum internasional, akan mampu memenuhi kepentingan bangsa.” [EZ]

 

700 /